Kontrak futures saham Amerika Serikat bergerak mendatar saat investor menantikan laporan Consumer Price Index (CPI) AS bulan Agustus untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka lebih rendah secara luas, dipimpin oleh penurunan tajam pada saham-saham Korea Selatan dan Jepang.
Di pasar mata uang dan komoditas, dolar AS menguat seiring lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi. Kondisi ini memberikan tekanan terhadap euro, poundsterling, dolar Australia, dan emas.
Baca Juga: Market Update 10 September 2026: Pasar Menanti Inflasi AS

EUR/USD
Euro melemah setelah European Central Bank menaikkan suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar.
Di sisi lain, dolar AS menguat secara luas karena kenaikan harga minyak mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam uptrend.
Area support terdekat berada di 1.1580, sementara resistance terdekat berada di 1.1655.
Jika harga mampu bertahan di atas area support, peluang pemulihan masih terbuka.
๐ Potential Buy: 1.1495
๐ฏ Potential TP: 1.1535
Catatan: Level SL tidak tersedia dalam Market Brief, sehingga tidak ditambahkan.

GBP/USD
Poundsterling bergerak melemah di tengah penguatan dolar AS secara luas.
Namun, tekanan inflasi dan kenaikan harga energi masih memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England dapat kembali menaikkan suku bunga.
Secara teknikal, GBP/USD masih menunjukkan uptrend, meskipun sinyal entry pada brief menunjukkan potensi sell.
Area support terdekat berada di 1.3475, sementara resistance terdekat berada di 1.3530.
Jika harga gagal menembus resistance, tekanan jual jangka pendek masih dapat berlanjut.
๐ Potential Sell: 1.3515
๐ฏ Potential TP: 1.3485
๐ Potential SL: 1.3545

AUD/USD
Dolar Australia berada di bawah tekanan karena lonjakan harga minyak menekan sentimen risiko.
Kenaikan harga energi juga memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama mungkin perlu mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih ketat untuk meredam inflasi.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam uptrend.
Area support terdekat berada di 0.7130, sementara resistance terdekat berada di 0.7175.
Jika harga mampu bertahan di atas support, peluang rebound masih terbuka.
๐ Potential Buy: 0.7140
๐ฏ Potential TP: 0.7170
๐ Potential SL: 0.7115

XAU/USD
Harga emas bergerak mendekati level terendah dalam satu minggu karena ekspektasi yang lebih kuat terhadap kenaikan suku bunga AS memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Investor kini menantikan data CPI AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan Federal Reserve.
Bagi trader pemula, data inflasi menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendukung dolar AS dan menekan emas, sedangkan inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan tersebut.
Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 4280.00, sementara resistance terdekat berada di 4370.00.
Selama harga masih tertahan di bawah resistance, tekanan jual masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 4435.00
๐ฏ Potential TP: 4405.00
๐ Potential SL: 4465.00
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Pergerakan market hari ini masih sangat dipengaruhi oleh data inflasi, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga.
EUR/USD dan AUD/USD masih berada dalam uptrend, tetapi keduanya menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS.
GBP/USD juga secara tren masih uptrend, meskipun setup jangka pendek menunjukkan Potential Sell.
Sementara itu, XAU/USD tetap berada dalam downtrend dan menjadi salah satu instrumen yang paling sensitif terhadap hasil CPI AS.
Bagi trader pemula, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa arah tren utama dan sinyal entry jangka pendek tidak selalu sama. Karena itu, support, resistance, target profit, stop loss, dan manajemen risiko perlu diperhatikan secara bersamaan.
Kesimpulan Market Outlook
Secara umum, pasar masih berada dalam mode wait and see menjelang data CPI AS.
Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi membantu memperkuat dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap euro, poundsterling, dolar Australia, dan emas.
EUR/USD dan AUD/USD masih mempertahankan uptrend secara teknikal. GBP/USD juga masih uptrend, tetapi memiliki potensi sell jangka pendek. Sementara itu, XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Trader perlu terus memperhatikan hasil CPI AS, arah dolar, harga minyak, dan imbal hasil Treasury karena faktor-faktor tersebut dapat memicu volatilitas yang lebih tinggi.
Pelajari lebih lanjut melalui artikel Risk Reward Ratio dalam Trading untuk membantu menilai entry, target profit, dan stop loss secara lebih terukur.
Research Team โ Doo Financial Futures
Disclaimer
Peringatan Risiko: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan derivatif memiliki tingkat risiko tinggi terhadap modal Anda, dan Anda hanya boleh trading dengan uang yang Anda sanggup untuk menanggung kerugian.
Perdagangan derivatif mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mencari nasihat independen jika diperlukan.
Konten dalam materi ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai arahan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual.