Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Senin (29/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.865 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,32 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.922 per dolar AS.
Month: June 2026
Mata Uang Asia Melemah Akibat Ekspektasi Kebijakan The Fed
Mayoritas mata uang di kawasan Asia terus mengalami tekanan yang signifikan terhadap dolar Amerika Serikat akibat kuatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed.
Menanti Data Ekonomi AS, Begini Proyeksi Rupiah Jumat (26/6)
Mata Uang Asia Masih Tertekan Dolar AS, Ini Prospek Semester II-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mayoritas mata uang Asia masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring kuatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed).
Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan, Investor Nantikan Data Inflasi dan NFP AS
Jumat (26/6/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,12% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.943 per dolar AS. Tapi dalam sepekan, rupiah hari ini di pasar spot melemah 0,66% dari Rp 17.906 pada Jumat (19/6) lalu.
Rupiah Kian Merosot Seiring Meningkatnya Ekspektasi Pada The Fed
jpnn.com, JAKARTA – Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Market Update 24 Juni 2026: Dolar AS Menguat, Emas Tertekan, dan Minyak Melemah

Pasar Asia-Pasifik dan indeks saham futures AS bergerak naik pada hari Rabu, didukung oleh pemulihan saham-saham teknologi setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar di pasar saham global pada sesi sebelumnya.
Di sisi lain, pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik dan pasokan energi global. Sejumlah instrumen utama seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, XAU/USD, dan WTI masih menunjukkan tekanan bearish, sementara USD/JPY bergerak menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS.
EUR/USD

EUR/USD bergerak dalam tekanan setelah euro melemah terhadap dolar AS. Penguatan dolar terjadi seiring ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, setelah data dan komentar terbaru mendukung potensi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam tren turun. Area support utama berada di kisaran 1.1315, sementara resistance terdekat berada di 1.1560. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance, potensi tekanan lanjutan masih perlu diwaspadai.
GBP/USD

GBP/USD juga bergerak melemah setelah pemerintah Inggris mulai memasuki masa transisi kepemimpinan, menyusul pengunduran diri PM Keir Starmer. Ketidakpastian politik tersebut membuat poundsterling kehilangan momentum terhadap dolar AS.
Dari sisi teknikal, GBP/USD masih menunjukkan potensi downtrend. Support terdekat berada di 1.3055, sementara resistance berada di 1.3325. Apabila harga gagal menembus resistance, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi.
AUD/USD

AUD/USD turun ke level terendah dalam 2,5 bulan. Pelemahan ini dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia berpotensi menahan suku bunga, sementara dolar AS terus menguat di tengah sentimen suku bunga tinggi.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam tekanan bearish. Area support berada di 0.6830, sedangkan resistance berada di 0.7020. Jika tekanan jual berlanjut, pasangan mata uang ini berpotensi menguji area support berikutnya.
USD/JPY
USD/JPY bergerak naik karena dolar AS masih didukung oleh pandangan bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sementara itu, yen Jepang masih tertekan karena ekspektasi intervensi dan perbedaan arah kebijakan moneter antara AS dan Jepang.
Secara teknikal, USD/JPY menunjukkan kecenderungan uptrend. Support berada di area 160.00, sementara resistance berada di 162.00. Selama harga bertahan di atas support, peluang kenaikan masih terbuka.
Trend: Uptrend Support: 160.00 Resistance: 162.00
XAU/USD

Harga emas turun di bawah level $4.100 per ons dan bergerak menuju level terendah dalam beberapa minggu terakhir. Tekanan terhadap emas datang dari penguatan dolar AS dan ekspektasi bahwa kebijakan Federal Reserve masih dapat mempertahankan suku bunga tinggi.
Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam downtrend. Support utama berada di 4025.00, sementara resistance berada di 4140.00. Jika harga masih tertahan di bawah resistance, emas berpotensi melanjutkan pelemahan.
WTI
Harga minyak WTI bergerak turun pada sesi awal Asia. Penurunan terjadi karena tanda-tanda meredanya gangguan pasokan di Timur Tengah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan minyak mentah global.
Secara teknikal, WTI masih berada dalam tekanan bearish. Area support berada di 67.70, sedangkan resistance berada di 79.70. Apabila harga gagal kembali menembus resistance, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka.
Kesimpulan Market Update
Secara umum, dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan beberapa aset utama, terutama euro, poundsterling, dolar Australia, dan emas. Ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed membuat investor cenderung mempertahankan posisi pada dolar AS.
Sementara itu, USD/JPY masih bergerak dalam tren naik, sedangkan WTI melemah akibat berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Trader perlu tetap memperhatikan data ekonomi utama, pernyataan bank sentral, serta perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas pasar.
Disclaimer: Analisis ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu gunakan manajemen risiko dan sesuaikan keputusan trading dengan kondisi market serta profil risiko masing-masing.
Market Update 23 Juni 2026: Dolar AS Menguat, Pasar Asia-Pasifik Tertekan
Pasar Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Selasa, mengikuti tekanan dari Wall Street yang dipimpin oleh pelemahan saham-saham teknologi. Investor masih mencermati perkembangan perundingan perdamaian AS-Iran, sementara indeks futures AS bergerak relatif terbatas setelah aksi jual pada saham teknologi utama menekan sentimen pasar secara lebih luas.
Di tengah kondisi tersebut, dolar AS masih menunjukkan penguatan, memberikan tekanan pada sejumlah mata uang utama serta komoditas seperti emas. Pelaku pasar juga menantikan data ekonomi penting yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terhadap arah kebijakan suku bunga global.
EUR/USD

EUR/USD bergerak dalam tekanan seiring penguatan dolar AS. Kekhawatiran bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama masih menjadi faktor utama yang membebani euro. Selain itu, ketidakpastian terkait perkembangan geopolitik turut membuat investor cenderung berhati-hati.
Secara teknikal, EUR/USD masih menunjukkan potensi downtrend. Area support terdekat berada di 1.1315, sementara resistance utama berada di sekitar 1.1560.
GBP/USD

GBP/USD mencoba rebound setelah tekanan sebelumnya, didorong oleh dinamika politik di Inggris yang meningkatkan volatilitas sterling. Meski demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan pasangan mata uang ini.
Secara teknikal, GBP/USD masih berpotensi bergerak dalam tren melemah. Support terdekat berada di 1.3055, sementara resistance berada di area 1.3325.
AUD/USD

Dolar Australia kembali melemah dan bergerak di bawah level 0,70, mendekati level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS, sementara investor masih menunggu rilis data inflasi dan tenaga kerja Australia untuk melihat arah kebijakan Reserve Bank of Australia selanjutnya.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam potensi downtrend. Support terdekat berada di 0.6915, sedangkan resistance berada di 0.7130.
USD/JPY
USD/JPY masih bergerak volatil, dengan yen berada di dekat level terlemahnya dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini membuat pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang, terutama jika pelemahan yen berlanjut.
Secara teknikal, area support USD/JPY berada di sekitar 160.00, sementara resistance terdekat berada di 162.00.
XAU/USD

Harga emas melemah pada perdagangan awal karena ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan masih membebani permintaan terhadap aset safe-haven yang tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar AS juga menjadi tekanan tambahan bagi pergerakan emas.
Secara teknikal, XAU/USD masih berpotensi bergerak melemah. Support terdekat berada di 4120.00, sementara resistance berada di sekitar 4240.00.
WTI
Harga minyak WTI bergerak stabil setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Investor masih mencermati perkembangan geopolitik serta prospek permintaan energi global yang dapat memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek.
Secara teknikal, WTI memiliki area support di 73.60, sementara resistance berada di 82.30.
Disclaimer: Analisis ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu gunakan manajemen risiko dan sesuaikan keputusan trading dengan kondisi market serta profil risiko masing-masing.
Rupiah Dibuka Melemah 0,07% di Posisi Rp17.866 per Dolar AS
Analis Mata Uang Doo Financial Futures menilai rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan dari greenback yang menguat pada hari ini.
Market update- 22 Juni 2026: Pasar Bergerak Beragam, Investor Pantau Perundingan AS-Iran
Pasar Asia-Pasifik dibuka beragam, sementara indeks futures AS bergerak naik karena investor masih mencermati pembicaraan awal antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di bawah perjanjian perdamaian sementara yang berlangsung di Swiss.
Sentimen pasar hari ini masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, arah kebijakan bank sentral, serta pergerakan dolar AS. Beberapa pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, dan AUD/USD masih berada dalam tekanan, sementara USD/JPY bergerak naik. Di sisi lain, emas bergerak sideways karena investor menunggu arah baru dari perkembangan negosiasi AS-Iran.
EUR/USD

EUR/USD diperdagangkan dalam tekanan karena investor mempertimbangkan sinyal beragam dari pembicaraan AS-Iran yang sedang berlangsung di Swiss. Sentimen pasar yang masih berhati-hati membuat euro belum mampu menguat signifikan terhadap dolar AS.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam downtrend. Area support utama berada di 1.1310, sementara resistance berada di 1.1620. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance, potensi tekanan lanjutan masih perlu diwaspadai.
GBP/USD

GBP/USD sedikit menguat pada awal perdagangan, tetapi pergerakannya masih berada di bawah tekanan. Ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di Inggris dan global membuat poundsterling belum mendapatkan dorongan yang cukup kuat untuk keluar dari tekanan bearish.
Secara teknikal, GBP/USD masih menunjukkan kecenderungan downtrend. Support utama berada di 1.3060, sedangkan resistance berada di 1.3365. Jika harga gagal menembus resistance, peluang pelemahan masih terbuka.
AUD/USD

AUD/USD sedikit berubah pada awal minggu. Pergerakan dolar Australia masih dipengaruhi oleh penilaian pasar terhadap perkembangan pembicaraan perdamaian AS-Iran, sementara investor tetap waspada terhadap risiko bahwa konflik dapat kembali meningkat.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam downtrend. Area support berada di 0.6915, sementara resistance berada di 0.7130. Tekanan jual masih berpotensi berlanjut apabila harga tidak mampu bertahan di atas area support terdekat.
USD/JPY
USD/JPY bergerak relatif stabil di dekat level terendah dua tahun. Sebelumnya, yen sempat menguat karena kekhawatiran pasar bahwa Bank of Japan dapat kembali melakukan intervensi jika pergerakan mata uang dianggap terlalu berlebihan.
Secara teknikal, USD/JPY masih menunjukkan potensi uptrend. Support berada di 160.00, sementara resistance berada di 162.00. Selama harga mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan masih terbuka.
XAU/USD

Harga emas bergerak naik pada perdagangan awal Asia karena investor masih menunggu perkembangan terbaru dari perundingan perdamaian AS-Iran yang sedang berlangsung di Swiss.
Secara teknikal, XAU/USD bergerak dalam kondisi sideway. Area support utama berada di 4120.00, sedangkan resistance berada di 4280.00. Pergerakan emas masih berpotensi terbatas sampai ada katalis baru yang dapat mendorong arah harga lebih jelas.
WTI
Harga minyak WTI turun karena investor menyambut baik tanda-tanda kemajuan dalam perundingan perdamaian antara AS dan Iran. Ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik membuat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak sedikit berkurang.
Secara teknikal, WTI masih berada dalam downtrend. Support berada di 73.60, sementara resistance berada di 82.30. Jika tekanan jual berlanjut, harga minyak berpotensi kembali menguji area support terdekat.
Disclaimer: Analisis ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu gunakan manajemen risiko dan sesuaikan keputusan trading dengan kondisi market serta profil risiko masing-masing.