Kontrak futures saham Amerika Serikat bergerak datar setelah indeks S&P 500 turun dari rekor tertingginya akibat lonjakan imbal hasil obligasi Treasury ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Sementara itu, pasar Asia sebagian besar dibuka melemah. Di pasar forex, dolar AS masih mendapat dukungan setelah risalah FOMC terbaru bernada hawkish, sedangkan emas mencatat penguatan meski secara teknikal tren utamanya masih menurun.

AUD/USD
Dolar Australia menguat pada awal perdagangan setelah ekspektasi inflasi konsumen naik melampaui perkiraan hingga mencapai 5,3%.
Kenaikan ekspektasi inflasi dapat memengaruhi pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter Australia. Namun, penguatan jangka pendek tersebut belum mengubah tren utama AUD/USD.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 0.6900, sementara resistance terdekat berada di 0.6980.
Jika harga kembali tertahan di bawah resistance, tekanan jual masih berpotensi muncul.
๐ Potential Sell: 0.6970
๐ฏ Potential TP: 0.6930
๐ Potential SL: 0.7000

GBP/USD
Poundsterling bergerak melemah pada perdagangan Kamis ketika dolar AS masih bertahan dekat level tertinggi dalam 18 bulan.
Penguatan dolar mendapat dukungan setelah risalah rapat FOMC menunjukkan nada yang hawkish, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS tetap menjadi perhatian pasar.
Secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.3180, sementara resistance terdekat berada di 1.3250.
Jika harga gagal menembus resistance, peluang tekanan jual lanjutan masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 1.3235
๐ฏ Potential TP: 1.3200
๐ Potential SL: 1.3265

EUR/USD
Euro mengalami sedikit penguatan setelah sebelumnya turun tajam pada perdagangan Rabu.
Rebound terjadi ketika imbal hasil obligasi pemerintah Prancis menurun dan membantu meredakan sebagian kekhawatiran mengenai tekanan di pasar utang zona euro.
Namun, kekhawatiran fiskal Prancis masih menjadi perhatian, sementara dolar AS tetap kokoh setelah rilis risalah Federal Reserve terbaru.
Bagi trader pemula, kondisi pasar obligasi dapat memengaruhi mata uang karena perubahan yield dan risiko fiskal dapat memengaruhi sentimen investor terhadap suatu negara atau kawasan.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.1160, sementara resistance terdekat berada di 1.1225.
Jika rebound gagal menembus resistance, tekanan jual masih dapat berlanjut.
๐ Potential Sell: 1.1215
๐ฏ Potential TP: 1.1180
๐ Potential SL: 1.1245

XAU/USD
Harga emas bergerak naik pada perdagangan Kamis seiring melemahnya dolar AS.
Namun, pelaku pasar masih mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve tahun ini. Ekspektasi tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan emas.
Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 4100.00, sementara resistance terdekat berada di 4165.00.
Jika harga gagal menembus resistance, tekanan jual masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 4155.00
๐ฏ Potential TP: 4115.00
๐ Potential SL: 4185.00
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Pergerakan pasar hari ini masih menunjukkan perbedaan antara rebound jangka pendek dan tren teknikal utama.
AUD/USD menguat setelah ekspektasi inflasi Australia meningkat. EUR/USD juga mengalami rebound, sementara emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar.
Namun secara teknikal, AUD/USD, GBP/USD, EUR/USD, dan XAU/USD seluruhnya masih berada dalam downtrend.
GBP/USD juga masih menghadapi tekanan karena dolar AS tetap kuat setelah risalah FOMC bernada hawkish.
Bagi trader pemula, kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga dalam satu sesi belum tentu menjadi tanda perubahan tren. Reaksi harga terhadap area support dan resistance masih perlu diperhatikan sebelum menentukan posisi.
Fokus pada Yield Treasury dan The Fed
Lonjakan imbal hasil Treasury menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pasar saham, dolar AS, dan harga emas.
Pada saat yang sama, risalah FOMC kembali mengarahkan perhatian investor pada kemungkinan kebijakan suku bunga yang tetap ketat.
Jika pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan, dolar dan yield obligasi dapat memperoleh dukungan. Sebaliknya, perubahan ekspektasi tersebut juga dapat meningkatkan volatilitas pada forex dan emas.
Kesimpulan Market Outlook
Secara umum, pasar masih menghadapi tekanan dari tingginya imbal hasil Treasury dan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
AUD/USD dan EUR/USD mengalami penguatan jangka pendek, tetapi masih berada dalam downtrend. GBP/USD juga tetap tertekan oleh penguatan dolar AS.
Di pasar komoditas, XAU/USD menguat tetapi tren teknikalnya masih menunjukkan arah turun.
Trader perlu terus mencermati pergerakan yield Treasury, arah dolar AS, komunikasi Federal Reserve, serta reaksi harga di sekitar support dan resistance sebelum mengambil keputusan.
Untuk membantu mengelola risiko ketika harga mengalami rebound tetapi tren utama masih menurun, trader juga perlu memahami perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko.
Pelajari mengenai Risk Reward Ratio dalam Trading untuk membantu menilai entry, target profit, dan stop loss secara lebih terukur.
Research Team โ Doo Financial Futures
Disclaimer
Peringatan Risiko: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan derivatif memiliki tingkat risiko tinggi terhadap modal Anda, dan Anda hanya boleh trading dengan uang yang Anda sanggup untuk menanggung kerugian.
Perdagangan derivatif mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mencari nasihat independen jika diperlukan.
Konten dalam materi ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai arahan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual.