Kontrak futures saham Amerika Serikat bergerak sedikit lebih tinggi setelah pasar saham sempat tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan yang beragam. Di pasar forex, dolar AS masih memberikan tekanan terhadap beberapa mata uang utama, sedangkan emas mendapat dukungan dari penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Baca Juga: Market Update 29 September 2026: RBA Jadi Fokus Pasar

AUD/USD
Dolar Australia bergerak melemah pada awal perdagangan setelah data inflasi Australia tercatat lebih rendah dari perkiraan.
Data tersebut mengurangi ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan RBA menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap AUD/USD.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 0.6900, sementara resistance terdekat berada di 0.7000.
Jika harga kembali tertahan di bawah resistance, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
๐ Potential Sell: 0.6985
๐ฏ Potential TP: 0.6945
๐ Potential SL: 0.7020

GBP/USD
Poundsterling bergerak dekat level terendah dalam tiga bulan terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap sterling datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga pada Oktober. Sementara itu, Bank of England diperkirakan belum akan mengambil langkah kebijakan hingga November.
Perbedaan ekspektasi kebijakan tersebut membantu memperkuat dolar AS terhadap poundsterling.
Secara teknikal, GBP/USD masih menunjukkan downtrend.
Area support terdekat berada di 1.3200, sementara resistance terdekat berada di 1.3275.
Jika harga gagal menembus resistance, peluang penurunan lanjutan masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 1.3260
๐ฏ Potential TP: 1.3220
๐ Potential SL: 1.3290

EUR/USD
Euro turun ke level terendah sejak Mei 2025 di tengah guncangan energi global serta meningkatnya ketidakpastian politik di Eropa.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap euro yang sebelumnya juga menghadapi penguatan dolar AS.
Bagi trader pemula, ketidakpastian ekonomi maupun politik dapat memengaruhi permintaan terhadap suatu mata uang karena investor cenderung menyesuaikan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebijakan bank sentral.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.1275, sementara resistance terdekat berada di 1.1355.
Selama harga masih tertahan di bawah resistance, tekanan jual tetap perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 1.1345
๐ฏ Potential TP: 1.1310
๐ Potential SL: 1.1375

XAU/USD
Harga emas bergerak relatif stabil pada awal perdagangan Asia.
Emas mendapat dukungan dari penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Penurunan yield dapat mengurangi daya tarik aset berimbal hasil sehingga membantu menopang harga emas.
Namun, meskipun bergerak stabil secara fundamental, secara teknikal XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 4115.00, sementara resistance terdekat berada di 4215.00.
Jika harga gagal menembus resistance, potensi tekanan jual masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 4190.00
๐ฏ Potential TP: 4145.00
๐ Potential SL: 4230.00
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Pergerakan pasar hari ini menunjukkan bahwa AUD/USD, GBP/USD, EUR/USD, dan XAU/USD seluruhnya masih berada dalam downtrend secara teknikal.
AUD/USD mendapat tekanan setelah data inflasi Australia mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA. GBP/USD masih tertekan oleh perbedaan ekspektasi kebijakan antara The Fed dan BoE.
EUR/USD menghadapi tekanan tambahan dari ketidakpastian di Eropa, sementara XAU/USD bergerak relatif stabil karena penurunan harga minyak dan yield Treasury memberikan dukungan terhadap emas.
Bagi trader pemula, kondisi ini menunjukkan pentingnya membedakan antara pergerakan jangka pendek dan tren utama. Harga yang mengalami rebound atau stabil sementara belum tentu menunjukkan perubahan tren.
Agenda Ekonomi yang Perlu Diperhatikan
Market Brief 30 September menyoroti Core PCE Price Index AS, Personal Income, Personal Spending, serta pidato sejumlah pejabat Federal Reserve.
Core PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan pasar untuk melihat arah tekanan harga di Amerika Serikat. Hasil data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS.
Kesimpulan Market Outlook
Secara umum, pasar masih menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan suku bunga dan kondisi ekonomi global.
AUD/USD berada dalam downtrend setelah data inflasi Australia mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA. GBP/USD juga masih melemah karena pasar memperkirakan The Fed dapat bergerak lebih cepat dibandingkan BoE.
EUR/USD berada dekat level terendah sejak Mei 2025, sementara XAU/USD relatif stabil tetapi secara teknikal masih menunjukkan downtrend.
Trader perlu terus memperhatikan data Core PCE AS, arah imbal hasil Treasury, komunikasi pejabat The Fed, serta reaksi harga di sekitar support dan resistance sebelum menentukan posisi.
Pelajari lebih lanjut melalui artikel Risk Reward Ratio dalam Trading untuk membantu menilai entry, target profit, dan stop loss secara lebih terukur.
Research Team โ Doo Financial Futures
Disclaimer
Peringatan Risiko: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan derivatif memiliki tingkat risiko tinggi terhadap modal Anda, dan Anda hanya boleh trading dengan uang yang Anda sanggup untuk menanggung kerugian.
Perdagangan derivatif mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mencari nasihat independen jika diperlukan.
Konten dalam materi ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai arahan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual.