Kontrak futures saham Amerika Serikat bergerak beragam menjelang padatnya jadwal laporan laba perusahaan-perusahaan besar.
Sementara itu, mayoritas pasar Asia dibuka melemah. Tekanan cukup besar terjadi di Korea Selatan hingga memicu mekanisme sidecar pada indeks Kospi, yaitu penghentian perdagangan sementara ketika pergerakan pasar menjadi sangat tajam.
Di pasar forex dan komoditas, penguatan dolar AS kembali memberikan tekanan terhadap beberapa mata uang utama dan harga emas.
Baca Juga: Market Update 12 Oktober 2026: Emas Tembus US$4.200

AUD/USD
Dolar Australia bergerak melemah setelah tingkat kepercayaan bisnis turun ke level terendah sejak Mei.
Penurunan tersebut memperpanjang tren sentimen negatif selama tujuh bulan. Pada saat yang sama, penguatan dolar AS menambah tekanan terhadap AUD/USD.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 0.6930, sementara resistance terdekat berada di 0.7000.
Jika harga gagal menembus resistance, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
๐ Potential Sell: 0.6980
๐ฏ Potential TP: 0.6940
๐ Potential SL: 0.7015

GBP/USD
Poundsterling melemah hingga mendekati level terendah dalam lebih dari tiga bulan.
Tekanan terhadap sterling muncul seiring kenaikan harga minyak yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Bagi pasar, kenaikan harga energi dapat memperbesar tekanan harga dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga.
Secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.3180, sementara resistance terdekat berada di 1.3255.
Jika harga kembali tertahan di bawah resistance, peluang penurunan lanjutan masih perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 1.3240
๐ฏ Potential TP: 1.3200
๐ Potential SL: 1.3275

EUR/USD
Euro bergerak mendekati level terendah dalam 17 bulan setelah mencatat penurunan selama lima minggu berturut-turut.
Tekanan terhadap euro masih dipengaruhi kekhawatiran investor mengenai kondisi keuangan publik Prancis menjelang pemilihan presiden 2027.
Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap suatu negara maupun kawasan dan pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan mata uang.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.1135, sementara resistance terdekat berada di 1.1220.
Selama harga masih tertahan di bawah resistance, tekanan jual tetap perlu diperhatikan.
๐ Potential Sell: 1.1195
๐ฏ Potential TP: 1.1150
๐ Potential SL: 1.1235

XAU/USD
Harga emas turun mendekati US$4.150 per ons pada perdagangan Selasa dan mencatat penurunan selama dua sesi berturut-turut.
Tekanan terhadap XAU/USD datang dari penguatan dolar AS yang berada dekat level tertinggi dalam 18 bulan, sementara investor menantikan data inflasi penting.
Penguatan dolar dapat memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tersebut diperdagangkan dalam dolar AS.
Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 4150.00, sementara resistance terdekat berada di 4215.00.
Jika harga gagal menembus resistance, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
๐ Potential Sell: 4200.00
๐ฏ Potential TP: 4160.00
๐ Potential SL: 4235.00
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Pergerakan pasar hari ini masih menunjukkan tekanan yang cukup luas terhadap mata uang utama dan emas.
AUD/USD melemah akibat penurunan kepercayaan bisnis dan penguatan dolar AS. GBP/USD menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi, sedangkan EUR/USD masih terbebani oleh masalah fiskal Prancis.
XAU/USD juga kembali turun karena dolar AS menguat menjelang rilis data inflasi penting.
Secara teknikal, AUD/USD, GBP/USD, EUR/USD, dan XAU/USD seluruhnya masih berada dalam downtrend.
Bagi trader pemula, kondisi ini menunjukkan pentingnya memperhatikan kombinasi antara faktor fundamental dan teknikal. Sentimen pasar dapat berubah cepat, tetapi arah tren dan reaksi harga di sekitar support serta resistance tetap perlu menjadi pertimbangan.
Fokus pada Data Inflasi dan Laporan Laba
Investor akan mencermati rilis data inflasi penting karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga Federal Reserve.
Inflasi yang tetap tinggi dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga berpotensi mendukung dolar AS dan memberikan tekanan terhadap aset seperti emas.
Di sisi lain, padatnya jadwal laporan laba perusahaan besar juga dapat memengaruhi sentimen Wall Street dan arah indeks saham AS.
Kesimpulan Market Outlook
Secara umum, dolar AS masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar.
AUD/USD, GBP/USD, dan EUR/USD masih berada dalam tekanan, sementara XAU/USD kembali melemah mendekati US$4.150 per ons.
Seluruh instrumen yang dibahas masih menunjukkan downtrend secara teknikal.
Trader perlu terus mencermati data inflasi AS, pergerakan dolar, harga minyak, kondisi pasar obligasi, serta reaksi harga di area support dan resistance sebelum mengambil posisi.
Untuk membantu mengelola risiko ketika tren pasar masih menurun, trader juga perlu memahami perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko pada setiap posisi.
Pahami mengenai Risk Reward Ratio dalam Trading untuk membantu menilai entry, target profit, dan stop loss secara lebih terukur.
Research Team โ Doo Financial Futures
Disclaimer
Peringatan Risiko: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan derivatif memiliki tingkat risiko tinggi terhadap modal Anda, dan Anda hanya boleh trading dengan uang yang Anda sanggup untuk menanggung kerugian.
Perdagangan derivatif mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mencari nasihat independen jika diperlukan.
Konten dalam materi ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai arahan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual.